https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/issue/feed PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-09-16T05:33:49+07:00 Editor pendalasabdimas@gmail.com Open Journal Systems <p><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335">https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335</a>PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal yang menerbitkan hasil-hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, dan hasil riset penelitian kebijakan publik. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural Jawa Timur. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat&nbsp; menerima artikel hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, hasil riset penelitian kebijakan publik dari para ahli dan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan Aim and Scope jurnal. Jurnal ini terbit satu tahun 3 kali yakni: Januari - April, Mei - Agustus, dan September - Desember.</p> https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/872 PESAN AKHLAK PADA KONTEN YOUTUBE HANDY BONY SEMANGAT HIJRAH DI KALANGAN GEN Z 2026-08-27T12:17:34+07:00 Jacky Raihanta Barus jacky0101212114@uinsu.ac.id Khatibah khatibah@uinsu.ac.id Joko Susanto jokosusanto@unusu.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kategori pesan akhlak, menganalisis dominasi kategori tersebut, serta menganalisis <em>respons audiens</em> Generasi Z terhadap pesan akhlak dalam konten video "Hijrah" pada kanal YouTube Handy Bony, @Pro-You Channel. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis isi proses interaktif Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan. Unit analisis adalah setiap pesan dakwah yang memuat satu nilai akhlak, dan dihitung satu kali meskipun disebut berulang dalam satu segmen video. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pesan akhlak, yaitu akhlak kepada Allah SWT, akhlak kepada diri sendiri, dan akhlak kepada sesama manusia. Akhlak kepada diri sendiri menjadi kategori paling dominan, yang menunjukkan bahwa dakwah Handy Bony menekankan transformasi personal meninggalkan kebiasaan buruk, menjaga kehormatan diri, dan konsistensi berubah sebagai basis hijrah sebelum diwujudkan dalam relasi sosial. Pola ini merepresentasikan proses pembentukan karakter Generasi Z yang berjenjang, dimulai dari penguatan hubungan spiritual, dilanjutkan perubahan diri, dan diwujudkan dalam hubungan sosial. <em>Respons audiens</em> pada kolom komentar didominasi ekspresi istiqamah, hijrah, dan doa, yang mengindikasikan keterlibatan afektif <em>audiens</em>, bukan sekadar pemahaman kognitif atas pesan dakwah. Temuan ini menegaskan YouTube sebagai media dakwah digital yang efektif mendorong transformasi moral generasi muda secara bertahap dari dimensi spiritual, personal, hingga sosial.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/860 SMALLHOLDER OIL PALM REPLANTING AS AN INSTRUMENT FOR COMMUNITY EMPOWERMENT TO SUPPORT SOCIO-ECONOMIC CONDITIONS IN NORTH PADANG LAWAS REGENCY 2026-08-11T15:30:59+07:00 Julpian Harahap julpian90@gmail.com Sofyandi Lubis sofyandilbs@gmail.com <p>Rendahnya produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat dan kompleksitas proses peremajaan menjadi persoalan penting bagi keberlanjutan pendapatan dan kondisi sosial ekonomi petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat serta menguji pengaruh implementasi program terhadap dampak sosial ekonomi petani di Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui survei terhadap 30 petani peserta program yang dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam kegiatan peremajaan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis melalui statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas bibit unggul memperoleh penilaian tertinggi pada aspek implementasi dengan nilai rata-rata 4,63, sedangkan kepuasan terhadap layanan kelembagaan menjadi dampak tertinggi dengan rata-rata 4,50. Perubahan pendapatan memperoleh rata-rata terendah sebesar 4,07 karena sebagian tanaman belum memasuki fase produksi penuh. Analisis regresi menunjukkan bahwa implementasi program berpengaruh positif dan signifikan terhadap dampak yang dirasakan petani dengan nilai R² sebesar 0,638. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas implementasi program merupakan faktor penting dalam memperkuat pemberdayaan dan kondisi sosial ekonomi petani.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/810 REGULATION OF DIGITAL ISLAMIC COMMUNICATION IN STRENGTHENING PUBLIC ETHICS IN ISLAMIC HIGHER EDUCATION ENVIRONMENTS 2026-08-12T15:44:54+07:00 Muhammad Alif Alfaruqi muhammad4004253021@uinsu.ac.id Hasan Sazali hasansazali@uinsu.ac.id <p>Transformasi digital telah memperluas praktik dakwah di lingkungan perguruan tinggi Islam, namun sekaligus menghadirkan persoalan berupa disinformasi keagamaan, rendahnya literasi media, lemahnya verifikasi informasi, dan kebutuhan akan tanggung jawab akademik dalam ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan regulasi komunikasi dakwah digital, etika komunikasi Islam, literasi media, dan tanggung jawab akademik dalam memperkuat etika publik di lingkungan perguruan tinggi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Data bersumber dari artikel jurnal ilmiah, buku, prosiding, dokumen kebijakan, dan laporan lembaga yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi komunikasi dakwah digital memiliki empat dimensi utama, yaitu normatif, akademik, sosial, dan transformasional. Etika dakwah digital bertumpu pada nilai <em>ṣ</em><em>idq</em>, amanah, tabayyun, dan maslahah, sedangkan literasi media berfungsi memperkuat kemampuan kritis dalam mengakses, memverifikasi, mengevaluasi, dan memproduksi informasi. Tanggung jawab akademik diwujudkan melalui komunikasi berbasis keilmuan, sumber yang kredibel, moderasi, dan akuntabilitas. Integrasi keempat unsur tersebut membentuk kerangka komunikasi Islam yang adaptif, etis, kredibel, dan berorientasi pada penguatan etika publik di perguruan tinggi Islam.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/869 DIMENSI FILOSOFIS ILMU KOMUNIKASI: KAJIAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, AKSIOLOGI, DAN ETIKA KOMUNIKASI DI ERA DIGITAL 2026-08-12T23:53:58+07:00 Nurrahman nurrahman3005254004@uinsu.ac.id Elfi Yanti Ritonga elfiyantiritonga@uinsu.ac.id Erwan Effendy erwanefendi@uinsu.ac.id <p>Transformasi digital telah mengubah hakikat komunikasi, proses pembentukan pengetahuan, orientasi nilai, dan standar etika dalam praktik komunikasi kontemporer. Namun, kajian ilmu komunikasi masih cenderung membahas dimensi ontologi, epistemologi, aksiologi, dan etika secara terpisah sehingga belum menghasilkan pemahaman filosofis yang integratif terhadap kompleksitas komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengintegrasikan keempat dimensi tersebut sebagai fondasi filosofis ilmu komunikasi di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Data bersumber dari buku teori dan filsafat komunikasi, artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan publikasi akademik relevan yang dikaji melalui dokumentasi, klasifikasi tematik, reduksi data, penyajian data, dan sintesis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis komunikasi telah bergeser dari proses transmisi linear menuju konstruksi makna yang dinamis, relasional, dan multidimensional. Secara epistemologis, ilmu komunikasi bersifat multiparadigma melalui pendekatan positivistik, interpretatif, dan kritis. Secara aksiologis, komunikasi berorientasi pada kebenaran, keadilan, kebermanfaatan, dan tanggung jawab sosial, tetapi menghadapi tekanan kepentingan ekonomi, politik, dan algoritmik. Secara etis, disinformasi, ujaran kebencian, manipulasi informasi, dan pelanggaran privasi menegaskan kebutuhan akan integrasi fondasi filosofis untuk membangun ilmu dan praktik komunikasi yang kritis, etis, serta bertanggung jawab.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/866 PERAN PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSIONAL PADA PESERTA DIDIK DI MAN 1 MEDAN 2026-08-15T10:57:35+07:00 Nurul Ulya fickipadlipardede@al-hikmah.ac.id Ficki Padli Pardede fickipadlipardede@al-hikmah.ac.id Lasmaroha Sitompul nurululya@unisu.ac.id <p>Perkembangan emosional merupakan bagian penting dalam proses pendidikan karena berkaitan dengan kemampuan peserta didik mengelola emosi, berinteraksi sosial, menghadapi tekanan, dan membangun kematangan kepribadian. Pendidikan Islam memiliki potensi strategis dalam mendukung perkembangan tersebut melalui internalisasi nilai-nilai religius, khususnya sabar, syukur, dan pembiasaan salat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan Islam dalam perkembangan emosional peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan serta memahami pemaknaan informan terhadap nilai sabar, syukur, dan salat dalam kehidupan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi Alfred Schutz. Informan dipilih secara purposif dan melibatkan wali kelas, guru Pendidikan Agama Islam, guru Bimbingan Konseling, serta peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan dalam membangun ketenangan, pengendalian diri, disiplin, tanggung jawab, dan kematangan emosional. Nilai sabar membantu peserta didik mengelola frustrasi dan perilaku impulsif, syukur mendorong ketenangan serta penerimaan diri, sedangkan salat dimaknai sebagai praktik spiritual yang mendukung disiplin dan regulasi emosi.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/867 STRATEGI PEMBELAJARAN NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI METODE BERCERITA 2026-08-14T20:54:18+07:00 Lasmaroha Sitompul lasmarohasitompulspdi@unisu.ac.id Ficki Padli Pardede fickipadlipardede@al-hikmah.ac.id Nurul Ulya nurululya@unisu.ac.id <p>Pembentukan nilai agama dan moral pada peserta didik menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan meningkatnya persoalan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menuntut strategi pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan nilai secara kognitif, tetapi juga mampu menyentuh aspek afektif dan perilaku. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran nilai agama dan moral melalui metode bercerita, meliputi perencanaan, pelaksanaan, penguatan, serta implikasinya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional, serta literatur relevan mengenai pendidikan karakter, perkembangan moral, dan metode bercerita. Data dianalisis melalui identifikasi, klasifikasi, analisis isi, sintesis tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode bercerita memiliki potensi pedagogis dalam menginternalisasikan nilai agama dan moral melalui pengintegrasian aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Strategi yang efektif mencakup pemilihan cerita sesuai perkembangan peserta didik, penggunaan media yang menarik, penyampaian interaktif, diskusi reflektif, keteladanan, dan penguatan perilaku positif. Metode bercerita juga berpotensi mengembangkan empati, penalaran moral, tanggung jawab, serta kepedulian sosial peserta didik.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/836 IMPLEMENTASI DIGITAL STORYTELLING ISLAMI DALAM PEMBELAJARAN NILAI AGAMA DAN MORAL DI RA AN-NUR BANDAR KHALIPAH 2026-08-19T18:19:37+07:00 Cahaya cahaya@staff.uma.ac.id Sari Azriani Nasution azrisarinst@gmail.com Jamiah Hariyati jamiah@utnd.ac.id <p>Integrasi <em>digital storytelling</em> Islami dalam pembelajaran nilai agama dan moral memerlukan pengelolaan yang tidak hanya berfokus pada penggunaan media, tetapi juga pada keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi <em>digital storytelling</em> Islami pada empat tahap tersebut di RA An-Nur Bandar Khalipah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan kepala RA dan guru, serta analisis modul ajar, naskah cerita, media digital, catatan perkembangan anak, dan dokumentasi kegiatan. Data dianalisis secara tematik melalui familiarisasi, pengodean, pengembangan dan peninjauan tema, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, <em>member checking</em>, serta audit dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa perencanaan meliputi pemilihan nilai, penyusunan alur cerita, seleksi media, pertanyaan dialogis, dan asesmen; pelaksanaan berlangsung melalui kegiatan pembuka, tayangan terbimbing, dialog, bermain peran, dan pembiasaan; evaluasi dilakukan melalui observasi dan catatan anekdot; sedangkan tindak lanjut mencakup penguatan individual, pengulangan cerita, komunikasi dengan orang tua, dan refleksi guru. Keberhasilan <em>digital storytelling</em> Islami ditentukan oleh kualitas mediasi pedagogis guru dan keterhubungan media dengan pengalaman nyata anak.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/830 KOMUNIKASI SEBAGAI INSTRUMEN KEKUASAAN: ANALISIS WACANA KRITIS ATAS IDEOLOGI DAN DOMINASI DALAM KONFLIK AMERIKA SERIKAT–IRAN 2026-08-20T22:29:42+07:00 Muhammad Irham muhammad4004253005@uinsu.ac.id Rubino rubino@uinsu.ac.id <p>Penelitian ini berangkat dari persoalan bahwa komunikasi resmi dalam konflik Amerika Serikat-Iran tidak hanya menyampaikan kebijakan, tetapi juga membentuk legitimasi, ideologi, dan batas tindakan yang dianggap sah. Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana kedua negara merepresentasikan diri dan lawan, membingkai ancaman, hukum, perdamaian, serta tindakan koersif selama periode Januari 2020-Juni 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis wacana kritis komparatif terhadap dua puluh dokumen resmi yang diterbitkan oleh lembaga kepresidenan dan kementerian luar negeri Amerika Serikat dan Iran. Analisis dilakukan melalui representasi aktor, polarisasi moral, modalitas, strategi legitimasi, serta pembacaan tematik secara longitudinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana Amerika Serikat secara konsisten membingkai Iran sebagai ancaman terorisme, nuklir, dan ketidakstabilan regional, sementara tekanan ekonomi dan penggunaan kekuatan diposisikan sebagai tindakan perlindungan dan jalan menuju perdamaian. Sebaliknya, wacana Iran membingkai Amerika Serikat sebagai agresor unilateral dan pelanggar hukum internasional, sedangkan Iran dikonstruksi sebagai negara berdaulat yang melakukan perlawanan dan pembelaan diri. Temuan memperlihatkan adanya pola legitimasi cermin, yaitu penggunaan struktur argumentasi serupa untuk menghasilkan penilaian moral yang berlawanan.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/789 EDUKASI PANGAN FERMENTASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN TEH KOMBUCHA BAGI IBU-IBU RUMAH TANGGA DI KECAMATAN KOTA BARU KOTA JAMBI 2026-09-02T11:47:36+07:00 Miftahul Khairani miftahulkhairani@uinjambi.ac.id Fridiyanto Fridiyanto fridiyanto@uinjambi.ac.id <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh perlunya penguatan pemahaman masyarakat mengenai pangan fermentasi dan keterampilan pengolahan pangan yang aman di tingkat rumah tangga. Kegiatan bertujuan memberikan edukasi mengenai prinsip dasar fermentasi sekaligus melatih ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, dalam membuat teh kombucha secara mandiri dengan memperhatikan higiene dan keamanan pangan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan pengamatan proses fermentasi. Peserta diperkenalkan pada bahan dan peralatan, fungsi <em>Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast</em> (SCOBY), tahapan penyeduhan teh, pelarutan gula, pendinginan, penambahan SCOBY dan cairan starter, serta penyiapan wadah fermentasi. Hasil kegiatan secara deskriptif menunjukkan keterlibatan aktif peserta pada setiap tahapan praktik dan terbentuknya pemahaman yang lebih aplikatif mengenai hubungan antara prosedur pembuatan, kebersihan, kondisi fermentasi, dan keamanan produk. Pelatihan juga memberikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan kembali di rumah serta membuka peluang diversifikasi olahan pangan berbasis fermentasi. Keberlanjutan program perlu diarahkan pada pendampingan standardisasi proses, pengendalian mutu dan keamanan pangan, pengembangan variasi produk, serta pengemasan apabila kombucha dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.</p> <p><em>Kata kunci: pangan fermentasi; kombucha; keamanan pangan; pemberdayaan masyarakat; keterampilan rumah tangga.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This community engagement program was initiated to strengthen community understanding of fermented foods and safe household food-processing practices. The program aimed to provide basic fermentation education and practical training for women in Kota Baru District, Jambi City, to produce kombucha tea independently while applying hygiene and food-safety principles. A participatory approach was used through educational sessions, demonstrations, hands-on practice, discussion, and observation of the fermentation process. Participants were introduced to the materials and equipment, the role of the Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY), tea brewing, sugar dissolution, cooling, addition of SCOBY and starter liquid, and preparation of fermentation containers. Descriptive findings showed active participant involvement throughout the practical stages and a more applicable understanding of the relationship between production procedures, hygiene, fermentation conditions, and product safety. The training also provided practical experience that could be reapplied at home and created opportunities for household-level diversification of fermented food products. Future activities should focus on process standardization, quality and food-safety control, product variation, and packaging if kombucha is further developed as a value-added product.</p> <p><em>Keywords: Fermented Food; Kombucha; Food Safety; Community Empowerment; Household Skills</em></p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/895 THE RELEVANCE OF MU'TAZILAH ISLAMIC THEOLOGICAL THOUGHT TO THE RATIONALITY OF GENERATION Z 2026-09-11T05:41:01+07:00 Eka Zuliana ekazuliana1@gmail.com Putri Syahri putrisyahri428@gmail.com Nikmah Royani Harahap nikmahroyanihrp@gmail.com Fathul Jannah fjannah8614@gmail.com <p>Rasionalitas dalam pemikiran Mu’tazilah tidak berarti menempatkan akal di atas wahyu secara mutlak, melainkan menekankan peran akal dalam memahami dan menginterpretasikan ajaran agama. Generasi Z memiliki karakteristik yang terbuka terhadap berbagai sumber informasi serta memiliki kecenderungan untuk mempertanyakan gagasan yang bertentangan dengan pengalaman atau pemahaman logis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik rasionalitas Mu’tazilah dan potensi kontribusinya dalam membentuk pola pikir keislaman Generasi Z yang kritis, logis, dan berorientasi pada nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini menerapkan pendekatan normatif dan sosio-historis, dengan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran teologi Mu’tazilah terdiri atas lima prinsip utama, yaitu At-Tauhid (Keesaan Allah), Al-’Adl (Keadilan Allah), Al-Wa’du wa al-Wa’id (Janji dan Ancaman), Al-Manzilah bainal-Manzilataini (Posisi di antara Dua Posisi), serta Al-Amru bi al-Ma’ruf wa al-Nahyu ‘an al-Munkar (Memerintahkan kepada Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran). Relevansi pemikiran Mu’tazilah terhadap rasionalitas Generasi Z terletak pada penekanan terhadap penggunaan akal, argumentasi logis, pemikiran kritis, serta pemahaman ajaran agama secara kontekstual. Nilai-nilai tersebut dapat membantu Generasi Z dalam menghadapi berbagai tantangan keagamaan di era digital, seperti fanatisme, misinformasi, dan klaim kebenaran keagamaan yang tidak didukung argumentasi. Oleh karena itu, rasionalitas yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dapat mendorong terbentuknya sikap keberagamaan yang kritis, moderat, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-09-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/883 STUDI KOMPARATIF PENGGUNAAN BUKU TEKS CETAK DAN DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 2026-09-16T05:33:49+07:00 Sella Amelia sellaamelia71@gmail.com Asmayani asmayani@insan.ac.id <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penggunaan buku teks cetak dan buku teks digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menekankan pemahaman terhadap pengalaman, persepsi, dan preferensi peserta didik dalam menggunakan kedua media pembelajaran tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi guna memperoleh gambaran mengenai cara siswa mengakses materi, tingkat keterlibatan belajar, serta kendala yang muncul selama proses pembelajaran. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa buku digital memberikan kemudahan akses, fleksibilitas belajar, serta meningkatkan interaktivitas siswa karena dapat diakses melalui perangkat teknologi. Namun, penelitian lain juga menemukan bahwa buku teks cetak masih lebih efektif dalam membantu konsentrasi belajar dan pemahaman materi secara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik cenderung memanfaatkan buku digital untuk kemudahan akses informasi, sementara buku cetak lebih digunakan ketika membutuhkan pemahaman materi secara lebih fokus. Oleh karena itu, penggunaan kedua media secara seimbang dapat mendukung pembelajaran PAI yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.</p> <p>Kata kunci: <strong>Buku Teks Cetak, Buku Teks Digital, Pembelajaran </strong>PAI, <strong>Media Pembelajaran, Efektivitas Belajar</strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>This study aims to conduct a comparative analysis of the use of printed and digital textbooks in Islamic Religious Education (PAI) learning using a qualitative approach. The study focuses on understanding students’ experiences, perceptions, and preferences regarding the use of these two learning media. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation to explore how students access learning materials, their levels of engagement, and the challenges encountered during the learning process. Previous studies have indicated that digital textbooks provide greater accessibility and learning flexibility while enhancing student interactivity through technology-enabled access. However, other studies have found that printed textbooks remain more effective in supporting sustained concentration and facilitating an in-depth understanding of learning materials. The findings of this study reveal that students tend to use digital textbooks primarily for convenient and flexible access to information, whereas printed textbooks are preferred when greater concentration and deeper comprehension are required. Therefore, a balanced integration of printed and digital textbooks may support more effective Islamic Religious Education learning while enabling instructional practices to remain adaptive to ongoing technological developments.</em></p> <p><strong><em>Keywords: Printed Textbooks, Digital Textbooks, Islamic Religious Education Learning, Learning Media, Learning Effectiveness</em></strong></p> 2026-09-16T05:33:49+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat