https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/issue/feed PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-11-03T16:21:10+07:00 Editor pendalasabdimas@gmail.com Open Journal Systems <p><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335">https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335</a>PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal yang menerbitkan hasil-hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, dan hasil riset penelitian kebijakan publik. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural Jawa Timur. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat&nbsp; menerima artikel hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, hasil riset penelitian kebijakan publik dari para ahli dan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan Aim and Scope jurnal. Jurnal ini terbit satu tahun 3 kali yakni: Januari - April, Mei - Agustus, dan September - Desember.</p> https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/872 PESAN AKHLAK PADA KONTEN YOUTUBE HANDY BONY SEMANGAT HIJRAH DI KALANGAN GEN Z 2026-08-27T12:17:34+07:00 Jacky Raihanta Barus jacky0101212114@uinsu.ac.id Khatibah khatibah@uinsu.ac.id Joko Susanto jokosusanto@unusu.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kategori pesan akhlak, menganalisis dominasi kategori tersebut, serta menganalisis <em>respons audiens</em> Generasi Z terhadap pesan akhlak dalam konten video "Hijrah" pada kanal YouTube Handy Bony, @Pro-You Channel. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis isi proses interaktif Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan. Unit analisis adalah setiap pesan dakwah yang memuat satu nilai akhlak, dan dihitung satu kali meskipun disebut berulang dalam satu segmen video. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pesan akhlak, yaitu akhlak kepada Allah SWT, akhlak kepada diri sendiri, dan akhlak kepada sesama manusia. Akhlak kepada diri sendiri menjadi kategori paling dominan, yang menunjukkan bahwa dakwah Handy Bony menekankan transformasi personal meninggalkan kebiasaan buruk, menjaga kehormatan diri, dan konsistensi berubah sebagai basis hijrah sebelum diwujudkan dalam relasi sosial. Pola ini merepresentasikan proses pembentukan karakter Generasi Z yang berjenjang, dimulai dari penguatan hubungan spiritual, dilanjutkan perubahan diri, dan diwujudkan dalam hubungan sosial. <em>Respons audiens</em> pada kolom komentar didominasi ekspresi istiqamah, hijrah, dan doa, yang mengindikasikan keterlibatan afektif <em>audiens</em>, bukan sekadar pemahaman kognitif atas pesan dakwah. Temuan ini menegaskan YouTube sebagai media dakwah digital yang efektif mendorong transformasi moral generasi muda secara bertahap dari dimensi spiritual, personal, hingga sosial.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/860 SMALLHOLDER OIL PALM REPLANTING AS AN INSTRUMENT FOR COMMUNITY EMPOWERMENT TO SUPPORT SOCIO-ECONOMIC CONDITIONS IN NORTH PADANG LAWAS REGENCY 2026-08-11T15:30:59+07:00 Julpian Harahap julpian90@gmail.com Sofyandi Lubis sofyandilbs@gmail.com <p>Rendahnya produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat dan kompleksitas proses peremajaan menjadi persoalan penting bagi keberlanjutan pendapatan dan kondisi sosial ekonomi petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat serta menguji pengaruh implementasi program terhadap dampak sosial ekonomi petani di Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui survei terhadap 30 petani peserta program yang dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam kegiatan peremajaan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis melalui statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas bibit unggul memperoleh penilaian tertinggi pada aspek implementasi dengan nilai rata-rata 4,63, sedangkan kepuasan terhadap layanan kelembagaan menjadi dampak tertinggi dengan rata-rata 4,50. Perubahan pendapatan memperoleh rata-rata terendah sebesar 4,07 karena sebagian tanaman belum memasuki fase produksi penuh. Analisis regresi menunjukkan bahwa implementasi program berpengaruh positif dan signifikan terhadap dampak yang dirasakan petani dengan nilai R² sebesar 0,638. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas implementasi program merupakan faktor penting dalam memperkuat pemberdayaan dan kondisi sosial ekonomi petani.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/810 REGULATION OF DIGITAL ISLAMIC COMMUNICATION IN STRENGTHENING PUBLIC ETHICS IN ISLAMIC HIGHER EDUCATION ENVIRONMENTS 2026-08-12T15:44:54+07:00 Muhammad Alif Alfaruqi muhammad4004253021@uinsu.ac.id Hasan Sazali hasansazali@uinsu.ac.id <p>Transformasi digital telah memperluas praktik dakwah di lingkungan perguruan tinggi Islam, namun sekaligus menghadirkan persoalan berupa disinformasi keagamaan, rendahnya literasi media, lemahnya verifikasi informasi, dan kebutuhan akan tanggung jawab akademik dalam ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan regulasi komunikasi dakwah digital, etika komunikasi Islam, literasi media, dan tanggung jawab akademik dalam memperkuat etika publik di lingkungan perguruan tinggi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Data bersumber dari artikel jurnal ilmiah, buku, prosiding, dokumen kebijakan, dan laporan lembaga yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi komunikasi dakwah digital memiliki empat dimensi utama, yaitu normatif, akademik, sosial, dan transformasional. Etika dakwah digital bertumpu pada nilai <em>ṣ</em><em>idq</em>, amanah, tabayyun, dan maslahah, sedangkan literasi media berfungsi memperkuat kemampuan kritis dalam mengakses, memverifikasi, mengevaluasi, dan memproduksi informasi. Tanggung jawab akademik diwujudkan melalui komunikasi berbasis keilmuan, sumber yang kredibel, moderasi, dan akuntabilitas. Integrasi keempat unsur tersebut membentuk kerangka komunikasi Islam yang adaptif, etis, kredibel, dan berorientasi pada penguatan etika publik di perguruan tinggi Islam.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/869 DIMENSI FILOSOFIS ILMU KOMUNIKASI: KAJIAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, AKSIOLOGI, DAN ETIKA KOMUNIKASI DI ERA DIGITAL 2026-08-12T23:53:58+07:00 Nurrahman nurrahman3005254004@uinsu.ac.id Elfi Yanti Ritonga elfiyantiritonga@uinsu.ac.id Erwan Effendy erwanefendi@uinsu.ac.id <p>Transformasi digital telah mengubah hakikat komunikasi, proses pembentukan pengetahuan, orientasi nilai, dan standar etika dalam praktik komunikasi kontemporer. Namun, kajian ilmu komunikasi masih cenderung membahas dimensi ontologi, epistemologi, aksiologi, dan etika secara terpisah sehingga belum menghasilkan pemahaman filosofis yang integratif terhadap kompleksitas komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengintegrasikan keempat dimensi tersebut sebagai fondasi filosofis ilmu komunikasi di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Data bersumber dari buku teori dan filsafat komunikasi, artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan publikasi akademik relevan yang dikaji melalui dokumentasi, klasifikasi tematik, reduksi data, penyajian data, dan sintesis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis komunikasi telah bergeser dari proses transmisi linear menuju konstruksi makna yang dinamis, relasional, dan multidimensional. Secara epistemologis, ilmu komunikasi bersifat multiparadigma melalui pendekatan positivistik, interpretatif, dan kritis. Secara aksiologis, komunikasi berorientasi pada kebenaran, keadilan, kebermanfaatan, dan tanggung jawab sosial, tetapi menghadapi tekanan kepentingan ekonomi, politik, dan algoritmik. Secara etis, disinformasi, ujaran kebencian, manipulasi informasi, dan pelanggaran privasi menegaskan kebutuhan akan integrasi fondasi filosofis untuk membangun ilmu dan praktik komunikasi yang kritis, etis, serta bertanggung jawab.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/866 PERAN PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSIONAL PADA PESERTA DIDIK DI MAN 1 MEDAN 2026-08-15T10:57:35+07:00 Nurul Ulya fickipadlipardede@al-hikmah.ac.id Ficki Padli Pardede fickipadlipardede@al-hikmah.ac.id Lasmaroha Sitompul nurululya@unisu.ac.id <p>Perkembangan emosional merupakan bagian penting dalam proses pendidikan karena berkaitan dengan kemampuan peserta didik mengelola emosi, berinteraksi sosial, menghadapi tekanan, dan membangun kematangan kepribadian. Pendidikan Islam memiliki potensi strategis dalam mendukung perkembangan tersebut melalui internalisasi nilai-nilai religius, khususnya sabar, syukur, dan pembiasaan salat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan Islam dalam perkembangan emosional peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan serta memahami pemaknaan informan terhadap nilai sabar, syukur, dan salat dalam kehidupan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi Alfred Schutz. Informan dipilih secara purposif dan melibatkan wali kelas, guru Pendidikan Agama Islam, guru Bimbingan Konseling, serta peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan dalam membangun ketenangan, pengendalian diri, disiplin, tanggung jawab, dan kematangan emosional. Nilai sabar membantu peserta didik mengelola frustrasi dan perilaku impulsif, syukur mendorong ketenangan serta penerimaan diri, sedangkan salat dimaknai sebagai praktik spiritual yang mendukung disiplin dan regulasi emosi.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/867 STRATEGI PEMBELAJARAN NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI METODE BERCERITA 2026-08-14T20:54:18+07:00 Lasmaroha Sitompul lasmarohasitompulspdi@unisu.ac.id Ficki Padli Pardede fickipadlipardede@al-hikmah.ac.id Nurul Ulya nurululya@unisu.ac.id <p>Pembentukan nilai agama dan moral pada peserta didik menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan meningkatnya persoalan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menuntut strategi pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan nilai secara kognitif, tetapi juga mampu menyentuh aspek afektif dan perilaku. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran nilai agama dan moral melalui metode bercerita, meliputi perencanaan, pelaksanaan, penguatan, serta implikasinya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional, serta literatur relevan mengenai pendidikan karakter, perkembangan moral, dan metode bercerita. Data dianalisis melalui identifikasi, klasifikasi, analisis isi, sintesis tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode bercerita memiliki potensi pedagogis dalam menginternalisasikan nilai agama dan moral melalui pengintegrasian aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Strategi yang efektif mencakup pemilihan cerita sesuai perkembangan peserta didik, penggunaan media yang menarik, penyampaian interaktif, diskusi reflektif, keteladanan, dan penguatan perilaku positif. Metode bercerita juga berpotensi mengembangkan empati, penalaran moral, tanggung jawab, serta kepedulian sosial peserta didik.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/836 IMPLEMENTASI DIGITAL STORYTELLING ISLAMI DALAM PEMBELAJARAN NILAI AGAMA DAN MORAL DI RA AN-NUR BANDAR KHALIPAH 2026-08-19T18:19:37+07:00 Cahaya cahaya@staff.uma.ac.id Sari Azriani Nasution azrisarinst@gmail.com Jamiah Hariyati jamiah@utnd.ac.id <p>Integrasi <em>digital storytelling</em> Islami dalam pembelajaran nilai agama dan moral memerlukan pengelolaan yang tidak hanya berfokus pada penggunaan media, tetapi juga pada keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi <em>digital storytelling</em> Islami pada empat tahap tersebut di RA An-Nur Bandar Khalipah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan kepala RA dan guru, serta analisis modul ajar, naskah cerita, media digital, catatan perkembangan anak, dan dokumentasi kegiatan. Data dianalisis secara tematik melalui familiarisasi, pengodean, pengembangan dan peninjauan tema, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, <em>member checking</em>, serta audit dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa perencanaan meliputi pemilihan nilai, penyusunan alur cerita, seleksi media, pertanyaan dialogis, dan asesmen; pelaksanaan berlangsung melalui kegiatan pembuka, tayangan terbimbing, dialog, bermain peran, dan pembiasaan; evaluasi dilakukan melalui observasi dan catatan anekdot; sedangkan tindak lanjut mencakup penguatan individual, pengulangan cerita, komunikasi dengan orang tua, dan refleksi guru. Keberhasilan <em>digital storytelling</em> Islami ditentukan oleh kualitas mediasi pedagogis guru dan keterhubungan media dengan pengalaman nyata anak.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/830 KOMUNIKASI SEBAGAI INSTRUMEN KEKUASAAN: ANALISIS WACANA KRITIS ATAS IDEOLOGI DAN DOMINASI DALAM KONFLIK AMERIKA SERIKAT–IRAN 2026-08-20T22:29:42+07:00 Muhammad Irham muhammad4004253005@uinsu.ac.id Rubino rubino@uinsu.ac.id <p>Penelitian ini berangkat dari persoalan bahwa komunikasi resmi dalam konflik Amerika Serikat-Iran tidak hanya menyampaikan kebijakan, tetapi juga membentuk legitimasi, ideologi, dan batas tindakan yang dianggap sah. Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana kedua negara merepresentasikan diri dan lawan, membingkai ancaman, hukum, perdamaian, serta tindakan koersif selama periode Januari 2020-Juni 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis wacana kritis komparatif terhadap dua puluh dokumen resmi yang diterbitkan oleh lembaga kepresidenan dan kementerian luar negeri Amerika Serikat dan Iran. Analisis dilakukan melalui representasi aktor, polarisasi moral, modalitas, strategi legitimasi, serta pembacaan tematik secara longitudinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana Amerika Serikat secara konsisten membingkai Iran sebagai ancaman terorisme, nuklir, dan ketidakstabilan regional, sementara tekanan ekonomi dan penggunaan kekuatan diposisikan sebagai tindakan perlindungan dan jalan menuju perdamaian. Sebaliknya, wacana Iran membingkai Amerika Serikat sebagai agresor unilateral dan pelanggar hukum internasional, sedangkan Iran dikonstruksi sebagai negara berdaulat yang melakukan perlawanan dan pembelaan diri. Temuan memperlihatkan adanya pola legitimasi cermin, yaitu penggunaan struktur argumentasi serupa untuk menghasilkan penilaian moral yang berlawanan.</p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/789 EDUKASI PANGAN FERMENTASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN TEH KOMBUCHA BAGI IBU-IBU RUMAH TANGGA DI KECAMATAN KOTA BARU KOTA JAMBI 2026-09-02T11:47:36+07:00 Miftahul Khairani miftahulkhairani@uinjambi.ac.id Fridiyanto Fridiyanto fridiyanto@uinjambi.ac.id <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh perlunya penguatan pemahaman masyarakat mengenai pangan fermentasi dan keterampilan pengolahan pangan yang aman di tingkat rumah tangga. Kegiatan bertujuan memberikan edukasi mengenai prinsip dasar fermentasi sekaligus melatih ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, dalam membuat teh kombucha secara mandiri dengan memperhatikan higiene dan keamanan pangan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan pengamatan proses fermentasi. Peserta diperkenalkan pada bahan dan peralatan, fungsi <em>Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast</em> (SCOBY), tahapan penyeduhan teh, pelarutan gula, pendinginan, penambahan SCOBY dan cairan starter, serta penyiapan wadah fermentasi. Hasil kegiatan secara deskriptif menunjukkan keterlibatan aktif peserta pada setiap tahapan praktik dan terbentuknya pemahaman yang lebih aplikatif mengenai hubungan antara prosedur pembuatan, kebersihan, kondisi fermentasi, dan keamanan produk. Pelatihan juga memberikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan kembali di rumah serta membuka peluang diversifikasi olahan pangan berbasis fermentasi. Keberlanjutan program perlu diarahkan pada pendampingan standardisasi proses, pengendalian mutu dan keamanan pangan, pengembangan variasi produk, serta pengemasan apabila kombucha dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.</p> <p><em>Kata kunci: pangan fermentasi; kombucha; keamanan pangan; pemberdayaan masyarakat; keterampilan rumah tangga.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This community engagement program was initiated to strengthen community understanding of fermented foods and safe household food-processing practices. The program aimed to provide basic fermentation education and practical training for women in Kota Baru District, Jambi City, to produce kombucha tea independently while applying hygiene and food-safety principles. A participatory approach was used through educational sessions, demonstrations, hands-on practice, discussion, and observation of the fermentation process. Participants were introduced to the materials and equipment, the role of the Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY), tea brewing, sugar dissolution, cooling, addition of SCOBY and starter liquid, and preparation of fermentation containers. Descriptive findings showed active participant involvement throughout the practical stages and a more applicable understanding of the relationship between production procedures, hygiene, fermentation conditions, and product safety. The training also provided practical experience that could be reapplied at home and created opportunities for household-level diversification of fermented food products. Future activities should focus on process standardization, quality and food-safety control, product variation, and packaging if kombucha is further developed as a value-added product.</p> <p><em>Keywords: Fermented Food; Kombucha; Food Safety; Community Empowerment; Household Skills</em></p> 2026-09-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/895 THE RELEVANCE OF MU'TAZILAH ISLAMIC THEOLOGICAL THOUGHT TO THE RATIONALITY OF GENERATION Z 2026-09-11T05:41:01+07:00 Eka Zuliana ekazuliana1@gmail.com Putri Syahri putrisyahri428@gmail.com Nikmah Royani Harahap nikmahroyanihrp@gmail.com Fathul Jannah fjannah8614@gmail.com <p>Rasionalitas dalam pemikiran Mu’tazilah tidak berarti menempatkan akal di atas wahyu secara mutlak, melainkan menekankan peran akal dalam memahami dan menginterpretasikan ajaran agama. Generasi Z memiliki karakteristik yang terbuka terhadap berbagai sumber informasi serta memiliki kecenderungan untuk mempertanyakan gagasan yang bertentangan dengan pengalaman atau pemahaman logis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik rasionalitas Mu’tazilah dan potensi kontribusinya dalam membentuk pola pikir keislaman Generasi Z yang kritis, logis, dan berorientasi pada nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini menerapkan pendekatan normatif dan sosio-historis, dengan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran teologi Mu’tazilah terdiri atas lima prinsip utama, yaitu At-Tauhid (Keesaan Allah), Al-’Adl (Keadilan Allah), Al-Wa’du wa al-Wa’id (Janji dan Ancaman), Al-Manzilah bainal-Manzilataini (Posisi di antara Dua Posisi), serta Al-Amru bi al-Ma’ruf wa al-Nahyu ‘an al-Munkar (Memerintahkan kepada Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran). Relevansi pemikiran Mu’tazilah terhadap rasionalitas Generasi Z terletak pada penekanan terhadap penggunaan akal, argumentasi logis, pemikiran kritis, serta pemahaman ajaran agama secara kontekstual. Nilai-nilai tersebut dapat membantu Generasi Z dalam menghadapi berbagai tantangan keagamaan di era digital, seperti fanatisme, misinformasi, dan klaim kebenaran keagamaan yang tidak didukung argumentasi. Oleh karena itu, rasionalitas yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dapat mendorong terbentuknya sikap keberagamaan yang kritis, moderat, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-09-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/883 STUDI KOMPARATIF PENGGUNAAN BUKU TEKS CETAK DAN DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 2026-09-16T05:33:49+07:00 Sella Amelia sellaamelia71@gmail.com Asmayani asmayani@insan.ac.id <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penggunaan buku teks cetak dan buku teks digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menekankan pemahaman terhadap pengalaman, persepsi, dan preferensi peserta didik dalam menggunakan kedua media pembelajaran tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi guna memperoleh gambaran mengenai cara siswa mengakses materi, tingkat keterlibatan belajar, serta kendala yang muncul selama proses pembelajaran. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa buku digital memberikan kemudahan akses, fleksibilitas belajar, serta meningkatkan interaktivitas siswa karena dapat diakses melalui perangkat teknologi. Namun, penelitian lain juga menemukan bahwa buku teks cetak masih lebih efektif dalam membantu konsentrasi belajar dan pemahaman materi secara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik cenderung memanfaatkan buku digital untuk kemudahan akses informasi, sementara buku cetak lebih digunakan ketika membutuhkan pemahaman materi secara lebih fokus. Oleh karena itu, penggunaan kedua media secara seimbang dapat mendukung pembelajaran PAI yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.</p> <p>Kata kunci: <strong>Buku Teks Cetak, Buku Teks Digital, Pembelajaran </strong>PAI, <strong>Media Pembelajaran, Efektivitas Belajar</strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>This study aims to conduct a comparative analysis of the use of printed and digital textbooks in Islamic Religious Education (PAI) learning using a qualitative approach. The study focuses on understanding students’ experiences, perceptions, and preferences regarding the use of these two learning media. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation to explore how students access learning materials, their levels of engagement, and the challenges encountered during the learning process. Previous studies have indicated that digital textbooks provide greater accessibility and learning flexibility while enhancing student interactivity through technology-enabled access. However, other studies have found that printed textbooks remain more effective in supporting sustained concentration and facilitating an in-depth understanding of learning materials. The findings of this study reveal that students tend to use digital textbooks primarily for convenient and flexible access to information, whereas printed textbooks are preferred when greater concentration and deeper comprehension are required. Therefore, a balanced integration of printed and digital textbooks may support more effective Islamic Religious Education learning while enabling instructional practices to remain adaptive to ongoing technological developments.</em></p> <p><strong><em>Keywords: Printed Textbooks, Digital Textbooks, Islamic Religious Education Learning, Learning Media, Learning Effectiveness</em></strong></p> 2026-09-16T05:33:49+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/841 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN UNO CARD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA NEGERI 8 PURWOREJO 2026-09-23T20:30:13+07:00 Anisa Dwiyanti anisadwiyanti45975@gmail.com Anita Rinawati anita@umpwr.ac.id Cahyana Nursidiq cahyana@umpwr.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran <em>Problem Based Learning</em> berbantuan media pembelajaran UNO Card pada mata pelajaran Ekonomi kelas X-2 SMA Negeri 8 Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis setelah dilakukan perbaikan tindakan pada setiap siklus. Pada pra-siklus, nilai rata-rata siswa sebesar 69 dengan ketuntasan 43% atau 15 siswa. Pada Siklus I, nilai rata-rata menjadi 64 dengan ketuntasan 54% atau 19 siswa. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 81 dengan ketuntasan 86% atau 30 siswa. Hasil <em>paired sample t-test</em> antara Siklus I dan Siklus II menunjukkan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan kemampuan berpikir kritis secara signifikan. Dengan demikian, penerapan <em>Problem Based Learning</em> berbantuan UNO Card dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X-2 SMA Negeri 8 Purworejo.</p> 2026-09-23T20:30:13+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/917 PENINGKATAN PEMAHAMAN BRANDING DIGITAL USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DI DESA WISATA HARIARA POHAN, KABUPATEN SAMOSIR 2026-09-24T17:14:16+07:00 Shendy Sanjaya shendysanjaya68@gmail.com Reza Ade Putra rezaadeputra@uinsu.ac.id Aprillian Valentiyo aprillianvalentiyo@gmail.com Bayu Gunawan bayugunawan239@gmail.com Aulia Rizky auliarzzky225@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan pemahaman branding digital pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Wisata Hariara Pohan, Kabupaten Samosir, melalui kegiatan Workshop Branding Digitalisasi UMKM. Fokus penelitian meliputi kondisi awal pemahaman pelaku UMKM, pelaksanaan penguatan kapasitas, serta perubahan pemahaman setelah kegiatan workshop. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dialog, dan dokumentasi selama kegiatan yang dilaksanakan pada 4–20 Agustus 2026. Workshop dilaksanakan melalui penyampaian materi, praktik, dan diskusi mengenai identitas usaha, nama usaha, logo, kemasan, serta pemanfaatan media sosial untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi awal masih terdapat keterbatasan dalam penggunaan media sosial, mengikuti perkembangan informasi digital, dan menerapkan branding pada usaha. Setelah workshop, pelaku UMKM mulai memahami pentingnya branding serta pemanfaatan media sosial untuk pengenalan dan promosi produk. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan pemahaman branding digital perlu dilakukan secara praktis, kontekstual, dan berkelanjutan melalui pendampingan lanjutan.</p> 2026-10-18T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/899 PENINGKATAN KESADARAN PELAJAR TERHADAP PENGGUNAAN SMARTPHONE, MEDIA SOSIAL, DAN KEAMANAN DIGITAL 2026-10-06T16:20:40+07:00 Bintang Fajar Ruslita Putra fjrbintang4@gmail.com Rahma Nadila rahmanadila273@gmail.com Delfi Apriansyah delfiapriansyah53@gmail.com Amal Fathullah Al Arsy amalfathullah46@gmail.com Muhammad Irwansyah iwandevi1982@gmail.com <p>Perkembangan teknologi digital menjadikan smartphone dan media sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan pelajar, tetapi penggunaannya juga menghadirkan berbagai risiko, seperti pelanggaran privasi, cyberbullying, phishing, penyebaran informasi yang tidak benar, dan penggunaan secara berlebihan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kesadaran pelajar mengenai penggunaan smartphone dan media sosial secara aman, sehat, etis, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan kepada 175 pelajar kelas XII, terdiri atas 120 pelajar SMA Negeri 1 Aek Kuasan dan 55 pelajar SMK YASPENDA Pulau Rakyat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui penyampaian materi secara langsung menggunakan presentasi, interaksi dan pertanyaan sederhana, observasi respons peserta, dokumentasi, serta evaluasi internal. Materi meliputi manfaat smartphone dan media sosial, ancaman digital, perlindungan data pribadi, cyberbullying, phishing, penipuan daring, verifikasi informasi, etika bermedia sosial, privasi, jejak digital, dan penggunaan smartphone secara bijak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelajar mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif merespons materi dan pertanyaan, serta menunjukkan pemahaman berdasarkan pengamatan selama kegiatan. Namun, karena tidak dilakukan pre-test dan post-test, perubahan tingkat kesadaran digital belum dapat diukur secara statistik. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya edukasi digital yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.</p> 2026-10-18T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/831 IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS PENDIDIKAN, KEAGAMAAN, SOSIAL, KESEHATAN DAN LINGKUNGAN MELALUI KULIAH KERJA NYATA DI DESA BATUKARANG KECAMATAN PAYUNG 2026-10-09T06:45:28+07:00 Muhammad Fikri Hazimi Marpaung muhammadmarpaung3@gmail.com Elvani Dwi Putri Br Sinuraya elvanidwip@gmail.com Sayyida Navisa sayyida0502232139@uinsu.ac.id Dwi Asri dwiasri167@gmail.com Muhammad Faisal muhammad1100000193@uinsu.ac.id <p>Abstrak</p> <p>Community service activities through the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) represent a form of student contribution to community development through the application of academic knowledge and practical skills. This study aims to describe the implementation and contribution of the KKN program in empowering the younger generation through education, literacy, and environmental awareness in Batu Karang Village, Payung District. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, documentation, interviews, and direct participation in community activities during the KKN program. The data were analyzed descriptively by organizing, interpreting, and presenting findings based on activities and conditions observed in the field. The findings indicate that KKN activities contributed to community development, particularly in education, literacy, and environmental awareness. Educational activities encouraged children’s participation in learning and supported the development of knowledge and motivation. Literacy activities provided opportunities for children and young people to develop reading habits, creativity, and learning interests. Environmental activities encouraged community participation in maintaining cleanliness and increasing awareness of environmental preservation. The implementation of these activities also strengthened interaction and cooperation between students and the local community. Therefore, the KKN program can support community empowerment through a participatory approach that utilizes local potential and encourages active community involvement in educational, literacy, and environmental activities.</p> <p><em>Keywords:Community Service, KKN, Education, Literacy, Environment, Empowerment</em></p> 2026-10-09T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/915 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI DAN PEMELIHARAAN DRAINASE BERBASIS PARTISIPASI: KAJIAN DI DUSUN III DESA AEK LOBA 2026-10-09T11:11:08+07:00 Muhammad Irwansyah iwandevi1982@gmail.com Mawar Sari mawar2sari@gmail.com Rizky Alvy Masruroh rizkyalvy1221@gmail.com Ariel Septiandi arielseptiandi312@gmail.com Mado Nado Sitorus madokisaran@gmail.com <p>Drainase yang berfungsi baik sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan permukiman, namun kinerjanya sering menurun akibat penumpukan sampah, sedimentasi, tumbuhan liar, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan drainase berbasis partisipasi warga di Dusun III Desa Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek kegiatan terdiri atas 10 orang warga dan 1 kepala dusun. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif naratif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kondisi awal saluran mengalami penyumbatan akibat sampah rumah tangga, endapan tanah, dan tumbuhan liar. Setelah pelaksanaan sosialisasi, pemahaman warga mengenai fungsi dan pentingnya pemeliharaan drainase mengalami peningkatan. Aksi pembersihan bersama berhasil memperbaiki kondisi fisik saluran sehingga aliran air menjadi lebih lancar. Kepala dusun berperan strategis sebagai penggerak dan penghubung warga. Dengan demikian, pengelolaan drainase melalui kegiatan partisipatif sederhana mampu meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata warga dalam pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan.</p> 2026-10-18T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/927 INOVASI PENGOLAHAN BUAH NAGA MENJADI SELAI GUNA MENINGKATKAN NILAI EKONOMI MASYARAKAT DESA PERBAJI 2026-10-09T11:17:24+07:00 Annisa Hafsah annisahfsh132@gmail.com Zahwatun Suhaibah Rangkuti zahwatunsuhaibahrangkuti@gmail.com Muhammad Furqan muhammad0104231024@uinsu.ac.id Nazwa Kennatasyah nazwa0314233068@uinsu.ac.id Fahrurrozi S fahrurrozi.z@uinsu.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi pengolahan buah naga menjadi selai sebagai upaya memanfaatkan komoditas lokal dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat Desa Perbaji. Permasalahan penelitian berangkat dari pemanfaatan buah naga yang masih dominan dalam bentuk segar, sedangkan buah hortikultura memiliki daya simpan yang terbatas sehingga diperlukan diversifikasi produk. Penelitian ini menggunakan metode <em>Participatory Action Research</em> (PAR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Masyarakat dilibatkan secara langsung dalam proses pengenalan potensi, perencanaan, praktik pengolahan, pengemasan, dan evaluasi kegiatan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah naga dapat diolah menjadi selai melalui beberapa tahapan sederhana, yaitu persiapan bahan, penghancuran, pemasakan, pendinginan, dan pengemasan. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis kepada masyarakat dalam mengolah buah naga menjadi produk turunan yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai pangan lokal. Pengembangan produk masih memerlukan perbaikan pada konsistensi produk, kemasan, daya simpan, penetapan harga, dan strategi pemasaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi pengolahan buah naga dapat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi.</p> 2026-11-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/907 PERBANDINGAN IMPLEMENTASI PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR’AN PADA SISTEM ASRAMA DAN PULANG HARI DI SMP IT AL UMM SMART CENTRE 2026-10-15T20:12:47+07:00 Rani Sinaga sinagarani78@gmail.com Achyar Zein achyarzein@uinsu.ac.id <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini menguji bagaimana satu kurikulum tahfidz Al-Qur’an diimplementasikan pada dua konfigurasi layanan, yaitu program asrama (<em>boarding</em>) dan program pulang hari (<em>full-day</em>), di SMP IT Al Umm Smart Centre, Sumatera Utara. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain studi kasus tunggal dengan beberapa unit analisis (<em>embedded single-case study</em>). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen dari 15 partisipan terpilih (1 Kepala Sekolah, 1 Koordinator Tahfidz/Guru Tahfidz, 1 Guru Tahfidz, 1 Musyrif Asrama, 6 siswa asrama<strong>, </strong>dan 6 siswa pulang hari<strong>, </strong>lalu dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif model interaktif. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kedua program berbagi visi kelembagaan, kerangka akademik, dan kriteria mutu kelulusan yang sama, namun berbeda pada alokasi target kuantitatif hafalan, struktur waktu, alur pengawasan, dan lingkungan sosial. Metode tahfidz yang digunakan secara formal identik pada kedua program. Keterkaitan perbedaan capaian hafalan yang dilaporkan informan tampak berkaitan dengan konteks implementasi, terutama alur tanggung jawab pengawasan dan alokasi waktu pembinaan. Informan melaporkan volume hafalan dan kesiapan setoran yang lebih tinggi pada siswa asrama, namun hal ini dipengaruhi oleh motivasi awal siswa, perbedaan beban target, serta keterbatasan penilaian kelancaran (<em>itqan</em>) yang bersifat kualitatif-subjektif. Sebagai kontribusi pemikiran, penelitian ini merumuskan Model Manajemen Tahfidz Adaptif Empat Lapis yang berbasis kemitraan sekolah–keluarga. Model ini merupakan usulan konseptual yang dikembangkan dari analisis kasus dan masih memerlukan pengujian empiris lanjutan untuk menilai efektivitasnya pada program pulang hari.</p> <p>Kata Kunci: &nbsp;<strong>T</strong><em>ahfidz Al-Qur’an</em>; Program Asrama; Program Pulang Hari; Implementasi <em>T</em><em>ahfidz</em>; Pengawasan Pembelajaran; Kemitraan Sekolah–Keluarga.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This study examines how a single <em>tahfidz Al-Qur’an</em> curriculum is implemented under two service delivery configurations, namely the boarding and full-day programs, at SMP IT Al Umm Smart Centre, North Sumatra. This qualitative research employed an embedded single-case study design. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis involving 15 purposively selected participants (1 Principal, 1 <em>Tahfidz</em> Coordinator/Teacher, 1 <em>Tahfidz</em> Teacher, 1 Dormitory Supervisor, 6 boarding students, and 6 full-day students, and analyzed using interactive qualitative data analysis techniques. Findings indicate that both programs share the same institutional vision, academic framework, and graduation quality standards, yet differ in quantitative memorization targets, time structure, supervision accountability chains, and social environment. The formal memorization methods used are identical across both programs. Variations in memorization progress reported by informants appear to be associated with implementation context, particularly the supervision chain and time allocation. Informants reported higher memorization volume and daily readiness among boarding students; however, these reported outcomes were influenced by initial student motivation, differing target baselines, and the subjective nature of fluency <em>(itqan)</em> evaluations. As a conceptual contribution, this study proposes a Four-Layer Adaptive <em>Tahfidz</em> Management Model based on school–family partnerships. This model serves as a conceptual proposition derived from case analysis and requires further empirical testing to evaluate its effectiveness in full-day programs.</p> <p>Keywords: Qur’an memorization; boarding program; full-day program; tahfidz implementation; learning supervision; school–family partnership.</p> 2026-10-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/928 MANAJEMEN PROGRAM DAKWAH DALAM MENINGKATKAN AKHLAKUL KARIMAH SANTRI DI PANTI ASUHAN AL-WASLIYAH 2026-10-19T15:53:41+07:00 Habib Kamal Lubis habib0104212162@uinsu.ac.id Abdurrahman abdurrahman@uinsu.ac.id <p>Panti asuhan tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga berperan dalam membangun perkembangan spiritual, moral, dan sosial. Dalam praktiknya, pengelolaan panti sering lebih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar, sedangkan pembinaan akhlak belum selalu dilaksanakan melalui program yang terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen program dakwah dalam pembinaan akhlakul karimah santri di Panti Asuhan Al-Wasliyah Jalan Ismailiyah serta merumuskan bentuk pengelolaan program yang lebih terarah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan sifat deskriptif analitik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif non-aktif, dan dokumentasi terhadap pengurus, pengasuh, serta perwakilan santri. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi teknik dan sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan diterapkan dalam pengelolaan program dakwah. Program pembinaan meliputi shalat berjamaah, kajian akhlak, tahfiz dan tahsin Al-Qur’an, kultum, pembinaan adab harian, serta gotong royong. Penelitian juga menunjukkan pentingnya manajemen waktu dan penyusunan anggaran yang sistematis bagi keberlanjutan program dakwah dan pembentukan akhlak santri.</p> 2026-11-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/890 CIRCUIT TRAINING IMPLEMENTATION IN INDONESIAN ARMY PHYSICAL EDUCATION A QUALITATIVE CASE STUDY 2026-11-03T16:21:10+07:00 Eko Hariyanto ekohariyanto06@gmail.com Thomas Gabriel Joostensz tjoostensz_fiaub@yahoo.com Resmanto Widodo Putro resmanto.putro@idu.ac.id Sugiri Sugiri sugiri02@gmail.com <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini mengkaji pelaksanaan pembinaan kesegaran jasmani dan latihan sirkuit di Dinas Jasmani Angkatan Darat, Cimahi, Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus dan melibatkan 44 informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas satu pimpinan institusi, lima kepala seksi, 35 prajurit, dan tiga pakar atau atlet olahraga. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Triangulasi digunakan untuk memeriksa kredibilitas temuan. Hasil menunjukkan bahwa program telah memiliki jadwal dan standar penilaian, tetapi pelaksanaannya menghadapi rutinitas latihan berulang, keterbatasan penyesuaian beban individu, dan gangguan partisipasi akibat tuntutan tugas. Informan mengaitkan latihan sirkuit dengan variasi aktivitas dan keterlibatan kelompok. Temuan tersebut merupakan persepsi informan, bukan bukti peningkatan fisiologis. Kontribusi penelitian terletak pada penjelasan kontekstual mengenai kesenjangan antara pengaturan program dan pelaksanaan latihan yang adaptif. Pengembangan modul, pemantauan beban, dan penguatan kompetensi pelatih direkomendasikan untuk diuji lebih lanjut.</p> <p>Kata kunci: Latihan Sirkuit; Pendidikan Jasmani Militer; Implementasi Pelatihan; Individualisasi Beban Latihan; TNI Angkatan Darat</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Keywords: Qur’an memorization; boarding program; full-day program; tahfidz implementation; learning supervision; school–family partnership.This study examines physical fitness development and circuit training implementation at the Army Physical Training Service in Cimahi, West Java. A descriptive qualitative case study involved 44 purposively selected informants: one institutional leader, five section heads, 35 soldiers, and three sports experts or athletes. Data were collected through observation, structured interviews, and document analysis and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. Triangulation supported credibility. The findings identify an established system of training schedules and assessment standards alongside repetitive routines, limited workload individualization, and participation disrupted by operational duties. Informants associated circuit training with exercise variety and group engagement; these accounts indicate perceived benefits rather than measured physiological improvement. Instructor competence, equipment availability, and supervision were identified as relevant implementation conditions. The study offers a contextual account of the gap between formal program organization and adaptive delivery in military physical education. Adaptable training modules, workload monitoring, and instructor development are proposed for subsequent evaluation. The single institutional case does not establish effectiveness or prevalence across the Indonesian Army.</p> <p>Keywords: Circuit Training; Military Physical Education; Training Implementation; Workload Individualization; Indonesian Army</p> 2026-11-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat