PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas <p><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335">https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335</a>PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal yang menerbitkan hasil-hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, dan hasil riset penelitian kebijakan publik. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural Jawa Timur. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat&nbsp; menerima artikel hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, hasil riset penelitian kebijakan publik dari para ahli dan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan Aim and Scope jurnal. Jurnal ini terbit satu tahun 3 kali yakni: Januari - April, Mei - Agustus, dan September - Desember.</p> Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural en-US PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2807-7334 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PASCA-BENCANA: PROGRAM MITIGASI KEBENCANAAN, KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT, SEKOLAH DARURAT UNTUK KORBAN BANJIR DAN LONGSOR DI DESA DURIAN KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/788 <p>Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, merupakan wilayah terdampak banjir dan longsor yang memerlukan penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi kebencanaan, kesiapsiagaan, dan keberlanjutan layanan pendidikan anak pascabencana. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil program pemberdayaan masyarakat pascabencana melalui penguatan organisasi pemuda, penyusunan prosedur evakuasi, pelatihan mitigasi, simulasi kesiapsiagaan, serta penyelenggaraan sekolah darurat. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui tahapan identifikasi kebutuhan, koordinasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan program. Mitra kegiatan terdiri atas Karang Taruna Kampung Durian sebanyak 30 anggota dan kelompok pendidikan anak usia dini sebanyak 22 anggota. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keberdayaan mitra pada aspek pengetahuan, keterampilan, partisipasi, dan manajemen kelembagaan. Pemahaman organisasi Karang Taruna meningkat dari 40% menjadi 85%, pengetahuan mitigasi bencana dari 40% menjadi 88%, dan kepemilikan prosedur evakuasi dari 0% menjadi 90%. Pada mitra pendidikan anak usia dini, ketersediaan sistem sekolah darurat meningkat dari 0% menjadi 85%, pemahaman guru tentang mitigasi dari 25% menjadi 80%, dan pengelolaan pembelajaran darurat dari 10% menjadi 80%. Program ini menghasilkan modul mitigasi bencana, modul sekolah darurat, prosedur evakuasi, media edukasi kebencanaan, dan tim siaga bencana berbasis masyarakat.</p> Tappil Rambe Hariadi M. Taufik Rahmadi Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-06-30 2026-06-30 6 2 212 232 10.47006/pendalas.v6i2.788 STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS PADA SISWA MELALUI BUDAYA SEKOLAH DI MAS AL-WASHLIYAH TEMBUNG https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/785 <p>Penurunan kedisiplinan, sopan santun, dan kesadaran beribadah siswa menjadi tantangan penting dalam pembentukan karakter religius di lingkungan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan karakter religius siswa melalui budaya sekolah di Madrasah Aliyah Swasta Al-Washliyah Tembung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilakukan melalui pembiasaan kegiatan keagamaan, seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, doa bersama, budaya salam, serta penerapan tata tertib bernuansa Islami. Kepala sekolah juga menerapkan keteladanan, pengawasan, pembinaan persuasif, dan kerja sama dengan guru serta orang tua. Strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian sosial, dan kesadaran beribadah siswa. Dengan demikian, budaya sekolah religius menjadi strategi efektif dalam memperkuat karakter religius siswa.</p> Nurdila Nasution Neng Nurcahyati Sinulingga Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-06-30 2026-06-30 6 2 233 250 10.47006/pendalas.v6i2.785 INTEGRATING GOOD GOVERNANCE PRINCIPLES INTO ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION FOR ANTI-CORRUPTION EDUCATION: A QUALITATIVE LITERATURE REVIEW https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/768 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan yang terus-menerus terjadi antara konsep normatif tata kelola yang baik yang dikembangkan dalam studi administrasi publik dan integrasinya ke dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai pendekatan preventif dalam pendidikan antikorupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan konseptual antara prinsip-prinsip tata kelola yang baik dan nilai-nilai pendidikan Islam, serta untuk mengkaji bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diintegrasikan ke dalam Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan budaya antikorupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur kualitatif dengan menganalisis 25 sumber ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2026 menggunakan teknik analisis konten. Temuan menunjukkan adanya konvergensi konseptual antara prinsip-prinsip tata kelola yang baik, seperti transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan supremasi hukum, dengan nilai-nilai Islam, termasuk amanah, syafafiyah, ‘adl, dan muhasabah. Penelitian ini mengusulkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dengan Pendidikan Agama Islam melalui pengembangan kurikulum, internalisasi nilai, teladan guru, dan praktik tata kelola digital yang etis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan wacana pendidikan antikorupsi dengan memperkuat peran Pendidikan Agama Islam sebagai instrumen pencegahan untuk menumbuhkan integritas, kesadaran etis, dan nilai-nilai antikorupsi yang berkelanjutan di dalam lembaga pendidikan.</p> Jafar Ahmad Muhammad Fadhlan Randa Gustiawan Nur Halimah Tiara Permata Sari Faysa Astiza Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-06-30 2026-06-30 6 2 251 270 10.47006/pendalas.v6i2.768 UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI METODE TANYA JAWAB PADA PEMBELAJARAN FIKIH DI SMP IT AL-HIJRAH MEDAN https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/791 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan siswa dalam pembelajaran fikih yang masih didominasi metode ceramah dan interaksi satu arah. Kondisi tersebut menyebabkan siswa kurang berani bertanya, menjawab, menyampaikan pendapat, serta belum terlibat secara optimal dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa melalui penerapan metode tanya jawab terstruktur pada pembelajaran fikih di kelas VIII SMP IT Al-Hijrah Medan. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas VIII A, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara, dokumentasi, dan lembar aktivitas siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa dari 30% pada pra-siklus menjadi 58% pada siklus I dan 82% pada siklus II. Peningkatan paling menonjol terjadi pada keberanian menjawab pertanyaan dan inisiatif bertanya. Temuan ini menunjukkan bahwa metode tanya jawab terstruktur efektif menciptakan pembelajaran fikih yang lebih aktif, dialogis, dan partisipatif.</p> Masitoh Hasnil Aida Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-06-30 2026-06-30 6 2 271 288 10.47006/pendalas.v6i2.791 INTEGRASI NILAI-NILAI ETIS ISLAM DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN DIGITAL: KERANGKA KONSEPTUAL BAGI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/795 <p>Transformasi digital dalam pendidikan Islam berlangsung cepat, tetapi belum selalu diikuti oleh kerangka nilai yang kuat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan persoalan moral, seperti plagiarisme digital, penyalahgunaan teknologi, lemahnya adab komunikasi daring, serta berkurangnya identitas keislaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan menyusun kerangka konseptual integratif yang menghubungkan nilai-nilai etis Islam dengan praktik pedagogi digital pada lembaga pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui telaah pustaka sistematis terhadap 45 sumber literatur yang diterbitkan antara tahun 2010 sampai 2025, meliputi jurnal internasional, karya pemikiran pendidikan Islam klasik dan kontemporer, serta dokumen kebijakan pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa lima nilai utama, yaitu <em>sidq</em>, <em>amanah</em>, <em>wasathiyah</em>, <em>akhlaq al-karimah</em>, dan <em>‘adalah</em>, dapat menjadi dasar dalam membangun pedagogi digital Islami. Kelima nilai tersebut dapat dioperasionalkan melalui tugas autentik, kontrak belajar digital, literasi media kritis, keteladanan guru, serta kebijakan pembelajaran yang inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai Islam dalam pendidikan digital bukan sekadar penambahan materi keagamaan, melainkan transformasi kurikulum, budaya, evaluasi, dan ekosistem pendidikan secara menyeluruh.</p> Adrian Akmal Nasution M. Syukri Azwar Lubis Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-06-30 2026-06-30 6 2 289 306 10.47006/pendalas.v6i2.795 REKONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN AKHLAK QUR’ANI-HADISI DALAM ETIKA DIGITAL GENERASI MILENIAL MUSLIM https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/796 <p style="text-align: justify; line-height: 115%;"><span lang="IN" style="font-size: 11.0pt; line-height: 115%; font-family: 'Book Antiqua',serif;">Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pikir, gaya hidup, dan perilaku generasi milenial Muslim. Perubahan ini menghadirkan peluang perluasan ilmu pengetahuan dan dakwah, tetapi juga menimbulkan problem moral seperti perundungan siber, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hedonisme digital, dan melemahnya spiritualitas. Penelitian ini bertujuan merekontekstualisasikan pendidikan akhlak berbasis Al-Qur’an dan Hadis sebagai kerangka etika digital bagi generasi milenial Muslim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis isi terhadap sumber primer berupa Al-Qur’an, kitab tafsir, dan hadis, serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, dan laporan lembaga. Analisis dilakukan melalui tiga lapis, yaitu tekstual normatif, konseptual teoretis, dan kontekstual implementatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kejujuran, tanggung jawab, toleransi, pengendalian diri, kesantunan komunikasi, empati, dan kepedulian sosial memiliki relevansi langsung dengan problem moral digital. Internalisasi nilai tersebut dapat dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, integrasi kurikuler, dialog reflektif, dan muhasabah.</span></p> Saniatus Syifa Hasnil Aida Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-06-30 2026-06-30 6 2 307 323 10.47006/pendalas.v6i2.796 EXPLORING EFL STUDENTS’ EXPECTATIONS OF THE ENGLISH TEACHING PROCESS IN AN INDONESIAN SENIOR HIGH SCHOOL: A QUALITATIVE STUDY AT SMAN 7 BANDA ACEH https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/797 <p>This study aims to describe the expectations of grade XI students towards the English learning process at SMA Negeri 7 Banda Aceh and the factors that shape these expectations. The research uses a descriptive qualitative approach. Data were collected from 30 purposively selected students through open-ended questionnaires and semi-structured interviews, then analyzed by reflective thematic analysis. The results of the study show that students' expectations are multidimensional, including linguistic, emotional, social, pedagogical, and institutional dimensions. In the linguistic dimension, students expect an increase in fluency in speech, mastery of vocabulary, pronunciation, and grammar. On the emotional and social dimensions, students need a patient teacher, a classroom atmosphere that is safe from negative judgment, and peer support. Pedagogically, students prefer communicative, interactive, and activity-based learning to lectures. Institutionally, students expect the use of technology and the strengthening of English club activities. Speech anxiety is a major obstacle that affects all dimensions of student expectations. These findings underscore the importance of English language learning that is responsive to students' voices.</p> Adilla Rizma Mulyadi Syahputra Rizka Marlisa Aini Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-06-30 2026-06-30 6 2 324 341 10.47006/pendalas.v6i2.797