PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas <p><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335">https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335</a>PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal yang menerbitkan hasil-hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, dan hasil riset penelitian kebijakan publik. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural Jawa Timur. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat&nbsp; menerima artikel hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, hasil riset penelitian kebijakan publik dari para ahli dan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan Aim and Scope jurnal. Jurnal ini terbit satu tahun 3 kali yakni: Januari - April, Mei - Agustus, dan September - Desember.</p> en-US pendalasabdimas@gmail.com (Editor) pedalasabdimas@gmail.com (Admin) Wed, 03 Jun 2026 15:05:46 +0700 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PASCA-BENCANA: PROGRAM MITIGASI KEBENCANAAN, KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT, SEKOLAH DARURAT UNTUK KORBAN BANJIR DAN LONGSOR DI DESA DURIAN KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/788 <p>Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, merupakan wilayah terdampak banjir dan longsor yang memerlukan penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi kebencanaan, kesiapsiagaan, dan keberlanjutan layanan pendidikan anak pascabencana. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil program pemberdayaan masyarakat pascabencana melalui penguatan organisasi pemuda, penyusunan prosedur evakuasi, pelatihan mitigasi, simulasi kesiapsiagaan, serta penyelenggaraan sekolah darurat. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui tahapan identifikasi kebutuhan, koordinasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan program. Mitra kegiatan terdiri atas Karang Taruna Kampung Durian sebanyak 30 anggota dan kelompok pendidikan anak usia dini sebanyak 22 anggota. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keberdayaan mitra pada aspek pengetahuan, keterampilan, partisipasi, dan manajemen kelembagaan. Pemahaman organisasi Karang Taruna meningkat dari 40% menjadi 85%, pengetahuan mitigasi bencana dari 40% menjadi 88%, dan kepemilikan prosedur evakuasi dari 0% menjadi 90%. Pada mitra pendidikan anak usia dini, ketersediaan sistem sekolah darurat meningkat dari 0% menjadi 85%, pemahaman guru tentang mitigasi dari 25% menjadi 80%, dan pengelolaan pembelajaran darurat dari 10% menjadi 80%. Program ini menghasilkan modul mitigasi bencana, modul sekolah darurat, prosedur evakuasi, media edukasi kebencanaan, dan tim siaga bencana berbasis masyarakat.</p> Tappil Rambe, Hariadi, M. Taufik Rahmadi Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/788 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS PADA SISWA MELALUI BUDAYA SEKOLAH DI MAS AL-WASHLIYAH TEMBUNG https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/785 <p>Penurunan kedisiplinan, sopan santun, dan kesadaran beribadah siswa menjadi tantangan penting dalam pembentukan karakter religius di lingkungan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan karakter religius siswa melalui budaya sekolah di Madrasah Aliyah Swasta Al-Washliyah Tembung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilakukan melalui pembiasaan kegiatan keagamaan, seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, doa bersama, budaya salam, serta penerapan tata tertib bernuansa Islami. Kepala sekolah juga menerapkan keteladanan, pengawasan, pembinaan persuasif, dan kerja sama dengan guru serta orang tua. Strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian sosial, dan kesadaran beribadah siswa. Dengan demikian, budaya sekolah religius menjadi strategi efektif dalam memperkuat karakter religius siswa.</p> Nurdila Nasution, Neng Nurcahyati Sinulingga Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/785 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 INTEGRATING GOOD GOVERNANCE PRINCIPLES INTO ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION FOR ANTI-CORRUPTION EDUCATION: A QUALITATIVE LITERATURE REVIEW https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/768 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan yang terus-menerus terjadi antara konsep normatif tata kelola yang baik yang dikembangkan dalam studi administrasi publik dan integrasinya ke dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai pendekatan preventif dalam pendidikan antikorupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan konseptual antara prinsip-prinsip tata kelola yang baik dan nilai-nilai pendidikan Islam, serta untuk mengkaji bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diintegrasikan ke dalam Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan budaya antikorupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur kualitatif dengan menganalisis 25 sumber ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2026 menggunakan teknik analisis konten. Temuan menunjukkan adanya konvergensi konseptual antara prinsip-prinsip tata kelola yang baik, seperti transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan supremasi hukum, dengan nilai-nilai Islam, termasuk amanah, syafafiyah, ‘adl, dan muhasabah. Penelitian ini mengusulkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dengan Pendidikan Agama Islam melalui pengembangan kurikulum, internalisasi nilai, teladan guru, dan praktik tata kelola digital yang etis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan wacana pendidikan antikorupsi dengan memperkuat peran Pendidikan Agama Islam sebagai instrumen pencegahan untuk menumbuhkan integritas, kesadaran etis, dan nilai-nilai antikorupsi yang berkelanjutan di dalam lembaga pendidikan.</p> Jafar Ahmad, Muhammad Fadhlan, Randa Gustiawan, Nur Halimah, Tiara Permata Sari, Faysa Astiza Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/768 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI METODE TANYA JAWAB PADA PEMBELAJARAN FIKIH DI SMP IT AL-HIJRAH MEDAN https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/791 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan siswa dalam pembelajaran fikih yang masih didominasi metode ceramah dan interaksi satu arah. Kondisi tersebut menyebabkan siswa kurang berani bertanya, menjawab, menyampaikan pendapat, serta belum terlibat secara optimal dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa melalui penerapan metode tanya jawab terstruktur pada pembelajaran fikih di kelas VIII SMP IT Al-Hijrah Medan. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas VIII A, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara, dokumentasi, dan lembar aktivitas siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa dari 30% pada pra-siklus menjadi 58% pada siklus I dan 82% pada siklus II. Peningkatan paling menonjol terjadi pada keberanian menjawab pertanyaan dan inisiatif bertanya. Temuan ini menunjukkan bahwa metode tanya jawab terstruktur efektif menciptakan pembelajaran fikih yang lebih aktif, dialogis, dan partisipatif.</p> Masitoh, Hasnil Aida Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/791 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 INTEGRASI NILAI-NILAI ETIS ISLAM DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN DIGITAL: KERANGKA KONSEPTUAL BAGI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/795 <p>Transformasi digital dalam pendidikan Islam berlangsung cepat, tetapi belum selalu diikuti oleh kerangka nilai yang kuat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan persoalan moral, seperti plagiarisme digital, penyalahgunaan teknologi, lemahnya adab komunikasi daring, serta berkurangnya identitas keislaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan menyusun kerangka konseptual integratif yang menghubungkan nilai-nilai etis Islam dengan praktik pedagogi digital pada lembaga pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui telaah pustaka sistematis terhadap 45 sumber literatur yang diterbitkan antara tahun 2010 sampai 2025, meliputi jurnal internasional, karya pemikiran pendidikan Islam klasik dan kontemporer, serta dokumen kebijakan pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa lima nilai utama, yaitu <em>sidq</em>, <em>amanah</em>, <em>wasathiyah</em>, <em>akhlaq al-karimah</em>, dan <em>‘adalah</em>, dapat menjadi dasar dalam membangun pedagogi digital Islami. Kelima nilai tersebut dapat dioperasionalkan melalui tugas autentik, kontrak belajar digital, literasi media kritis, keteladanan guru, serta kebijakan pembelajaran yang inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai Islam dalam pendidikan digital bukan sekadar penambahan materi keagamaan, melainkan transformasi kurikulum, budaya, evaluasi, dan ekosistem pendidikan secara menyeluruh.</p> Adrian Akmal Nasution, M. Syukri Azwar Lubis Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/795 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 REKONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN AKHLAK QUR’ANI-HADISI DALAM ETIKA DIGITAL GENERASI MILENIAL MUSLIM https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/796 <p style="text-align: justify; line-height: 115%;"><span lang="IN" style="font-size: 11.0pt; line-height: 115%; font-family: 'Book Antiqua',serif;">Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pikir, gaya hidup, dan perilaku generasi milenial Muslim. Perubahan ini menghadirkan peluang perluasan ilmu pengetahuan dan dakwah, tetapi juga menimbulkan problem moral seperti perundungan siber, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hedonisme digital, dan melemahnya spiritualitas. Penelitian ini bertujuan merekontekstualisasikan pendidikan akhlak berbasis Al-Qur’an dan Hadis sebagai kerangka etika digital bagi generasi milenial Muslim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis isi terhadap sumber primer berupa Al-Qur’an, kitab tafsir, dan hadis, serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, dan laporan lembaga. Analisis dilakukan melalui tiga lapis, yaitu tekstual normatif, konseptual teoretis, dan kontekstual implementatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kejujuran, tanggung jawab, toleransi, pengendalian diri, kesantunan komunikasi, empati, dan kepedulian sosial memiliki relevansi langsung dengan problem moral digital. Internalisasi nilai tersebut dapat dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, integrasi kurikuler, dialog reflektif, dan muhasabah.</span></p> Saniatus Syifa, Hasnil Aida Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/796 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 EXPLORING EFL STUDENTS’ EXPECTATIONS OF THE ENGLISH TEACHING PROCESS IN AN INDONESIAN SENIOR HIGH SCHOOL: A QUALITATIVE STUDY AT SMAN 7 BANDA ACEH https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/797 <p>This study aims to describe the expectations of grade XI students towards the English learning process at SMA Negeri 7 Banda Aceh and the factors that shape these expectations. The research uses a descriptive qualitative approach. Data were collected from 30 purposively selected students through open-ended questionnaires and semi-structured interviews, then analyzed by reflective thematic analysis. The results of the study show that students' expectations are multidimensional, including linguistic, emotional, social, pedagogical, and institutional dimensions. In the linguistic dimension, students expect an increase in fluency in speech, mastery of vocabulary, pronunciation, and grammar. On the emotional and social dimensions, students need a patient teacher, a classroom atmosphere that is safe from negative judgment, and peer support. Pedagogically, students prefer communicative, interactive, and activity-based learning to lectures. Institutionally, students expect the use of technology and the strengthening of English club activities. Speech anxiety is a major obstacle that affects all dimensions of student expectations. These findings underscore the importance of English language learning that is responsive to students' voices.</p> Adilla Rizma, Mulyadi Syahputra, Rizka Marlisa Aini Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/797 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 IMPLEMENTASI MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU BELAJAR SISWA PADA KURIKULUM MERDEKA DI SMP AL MUKMIN TEMBUNG https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/799 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya manajemen kepala sekolah dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan meningkatkan mutu belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Al Mukmin Tembung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu belajar siswa, mendeskripsikan implementasi fungsi manajemen kepala sekolah, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan kurikulum. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahannya diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik serta konfirmasi kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah melaksanakan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan secara berkelanjutan. Praktik tersebut mendorong pembelajaran yang aktif, fleksibel, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik serta meningkatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, keterlibatan guru, fasilitas pembelajaran, dan budaya kerja sama. Kendala utama meliputi keterbatasan pemahaman guru mengenai pembelajaran berdiferensiasi, asesmen formatif, dan penyusunan perangkat ajar.</p> Saddam Maulana, Muhammad Rifai’i Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/799 Fri, 10 Jul 2026 00:00:00 +0700 PERAN GURU KELAS DALAM MENANAMKAN NILAI TOLERANSI MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH DASAR NEGERI NO. 61 BUKIT TALANG MAS https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/807 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas dalam menanamkan nilai toleransi melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD Negeri No. 61 Bukit Talang Mas. Ruang lingkup penelitian mencakup peran guru, strategi pembelajaran yang digunakan, serta kendala yang dihadapi dalam membentuk sikap toleransi peserta didik kelas VA dan VB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas VA dan VB, serta peserta didik kelas VA dan VB. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik, pembimbing, teladan, fasilitator, dan evaluator. Strategi yang digunakan meliputi pembelajaran kelompok heterogen, diskusi, ceramah, pembiasaan, dan keteladanan. Kendala yang ditemukan mencakup perbedaan karakter peserta didik, kurangnya konsistensi perilaku toleran, serta pengaruh lingkungan keluarga dan pergaulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanaman nilai toleransi telah terlaksana dengan baik dan berimplikasi positif terhadap pembentukan karakter peserta didik.</p> Nada Safitri, Muhaiminah Jalal, Ahmad Sayuti Nainggolan Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/807 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0700 PENERAPAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPAS SISWA KELAS V MI NURUL MUSTHAFA https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/804 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan minat belajar siswa kelas V MI Nurul Musthafa melalui penerapan media permainan ular tangga pada pembelajaran IPAS materi rantai makanan. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 13 siswa kelas V pada semester genap tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, angket minat belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif berupa persentase dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa sebelum tindakan berada pada kategori rendah dengan rata-rata 46,15%. Setelah penerapan media permainan ular tangga, minat belajar meningkat secara bertahap, yaitu 51% pada siklus I, 79% pada siklus II, dan 97% pada siklus III. Peningkatan tersebut terlihat dari perhatian, antusiasme, keberanian bertanya dan menjawab, serta keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok. Penelitian menyimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif meningkatkan minat belajar IPAS. Implikasinya, guru dapat memanfaatkan media permainan edukatif sebagai alternatif pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.</p> Kholifah Nur Cahyanti, Muhaiminah Jalal, Fitri Nauli Siagian Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/804 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0700 PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 02/X PARIT CULUM II https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/812 <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model <em>Discovery Learning</em> dan menganalisis peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas V SD Negeri 02/X Parit Culum II. Ruang lingkup penelitian mencakup proses pelaksanaan enam tahapan <em>Discovery Learning</em>, yaitu stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan penarikan kesimpulan, serta perkembangan indikator kreativitas siswa. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 17 siswa, yaitu 3 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kreativitas siswa meningkat dari 46,32% pada prasiklus menjadi 62,71% pada siklus I dan 83,60% pada siklus II. Peningkatan tampak pada kelancaran, keluwesan, keaslian, elaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Disimpulkan bahwa <em>Discovery Learning</em> efektif meningkatkan kreativitas siswa. Implikasinya, model ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPAS yang aktif, berpusat pada siswa, dan mendorong penemuan konsep secara mandiri.</p> Nur Aini, Saidah Ahmad, Paujan Azim Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/812 Fri, 31 Jul 2026 00:00:00 +0700 EFFECT OF THE USE OF COOPERATIVE LEARNING APPROACH TYPE THINK PAIR SHARE TOWARDS STUDENTS SKILL IN WRITING OBSERVATION REPORT https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/842 <p>Kesulitan siswa dalam mengembangkan gagasan, menerapkan struktur, dan menggunakan ciri kebahasaan teks laporan hasil observasi menunjukkan perlunya model pembelajaran yang mendorong proses berpikir mandiri sekaligus kolaboratif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan keterampilan menulis teks laporan hasil observasi antara siswa yang belajar menggunakan model <em>Think Pair Share</em> dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas X SMA Negeri 1 Akabiluru. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan kelompok statis pascates. Sampel dipilih secara purposif dari populasi 140 siswa dan melibatkan dua kelas dengan total 68 siswa, sedangkan data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja menulis dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, serta uji-t dua kelompok independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tanpa <em>Think Pair Share</em> memperoleh nilai rata-rata 54,24 dengan kualifikasi hampir cukup, sedangkan kelompok yang menggunakan <em>Think Pair Share</em> memperoleh nilai rata-rata 83,81 dengan kualifikasi baik. Hasil uji-t menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok, <em>t</em>(66) = 14,81, lebih besar daripada nilai kritis 1,70. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa pada kelas <em>Think Pair Share</em> memiliki capaian menulis pascates yang lebih tinggi, terutama pada penguasaan struktur teks. Model ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran kolaboratif untuk membantu siswa mengembangkan, mendiskusikan, dan mengomunikasikan gagasan sebelum menyusun laporan hasil observasi.</p> Rolli Gautama Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/842 Tue, 21 Jul 2026 00:00:00 +0700 PENGARUH METODE DIKTE VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS SISWA KELAS DELAPAN DI SMP ISLAM HASANAH PEKANBARU https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/844 <p>Keterampilan menulis bahasa Arab merupakan kompetensi yang menuntut ketepatan penulisan huruf, ejaan, tanda baca, kerapian, dan kesesuaian makna. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa peserta didik kelas VIII SMP Islam Hasanah Pekanbaru masih mengalami kesulitan memahami teks dikte dan menuliskannya kembali secara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode dikte visual terhadap kemampuan menulis bahasa Arab peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen berbentuk <em>pretest-posttest control group design</em>. Sampel penelitian berjumlah 55 peserta didik yang terdiri atas 28 peserta didik pada kelas eksperimen dan 27 peserta didik pada kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, perhitungan <em>N-Gain</em>, dan <em>Independent Sample t-Test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 60,18 menjadi 80,32, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 59,63 menjadi 68,44. Nilai <em>N-Gain</em> kelas eksperimen sebesar 0,52 berada pada kategori sedang, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,24 berada pada kategori rendah. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai <em>t</em> hitung sebesar 6,241 dengan signifikansi 0,000, sehingga metode dikte visual berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis peserta didik. Metode ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan ketelitian, konsentrasi, daya ingat visual, dan keterampilan menulis bahasa Arab.</p> Marjeki Ansyapitra, Esya Suci Vivela, Haslin Gustia, Siti Aisah, Siti Khodijah; Jeny Desvita Sari Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/844 Tue, 21 Jul 2026 00:00:00 +0700 NIAT SEBAGAI MOTIVASI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PERSPEKTIF HADITS https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/845 <p>Niat merupakan fondasi batin yang menentukan arah, nilai, dan kesungguhan suatu perbuatan, termasuk aktivitas belajar. Dalam praktik pendidikan, peserta didik sering mengikuti pembelajaran sebagai kewajiban formal tanpa pemaknaan spiritual yang kuat, sehingga motivasi belajar mudah melemah ketika menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan niat sebagai sumber motivasi peserta didik dalam pembelajaran berdasarkan perspektif hadis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data primer bersumber dari hadis sahih riwayat al-Bukhari dan Muslim tentang keterkaitan amal dengan niat, serta hadis pendukung dari Abu Dawud, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab, buku, dan artikel ilmiah mengenai niat, motivasi, dan pendidikan Islam. Data dianalisis melalui seleksi sumber, klasifikasi tema, analisis isi, interpretasi makna hadis, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa niat merupakan kehendak hati yang menetapkan tujuan belajar, sedangkan motivasi merupakan daya penggerak yang menerjemahkan tujuan tersebut ke dalam kesungguhan, ketekunan, dan konsistensi belajar. Niat yang ikhlas mengarahkan pembelajaran pada dua tujuan utama, yaitu penghambaan kepada Allah dan pelaksanaan tanggung jawab manusia sebagai khalifah yang memelihara bumi. Dengan demikian, penguatan niat belajar dapat membentuk motivasi intrinsik, tanggung jawab moral, dan ketahanan peserta didik dalam menghadapi hambatan pembelajaran. Pendidik perlu menanamkan orientasi niat yang benar melalui pembiasaan, keteladanan, refleksi, dan pengaitan materi dengan tujuan penciptaan manusia.</p> Kasmiati, Hikmal Akbar, Nazwa Maulida Afrizal, Almutiatul Faiza, ⁠Indra Fahriansyah; Umi Maimunah Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/845 Tue, 21 Jul 2026 00:00:00 +0700 STRATEGI PENGELOLA DALAM MENINGKATKAN KINERJA INSTRUKTUR PADA LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN: STUDI KASUS DI LKP KARYA PRIMA MEDAN https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/815 <p>Kinerja instruktur merupakan faktor penting dalam menjaga mutu pembelajaran pada lembaga kursus dan pelatihan, tetapi pengelola masih menghadapi persoalan kedisiplinan, penyesuaian kompetensi, pemanfaatan teknologi, serta konsistensi evaluasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelola dalam meningkatkan kinerja instruktur di Lembaga Kursus dan Pelatihan Karya Prima Medan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan pengendalian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh dari satu pengelola dan dua instruktur yang dipilih secara purposif melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan kemudian keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan diarahkan pada kedisiplinan, pengembangan kompetensi, dan kemampuan adaptasi teknologi, meskipun penyampaian target belum sepenuhnya seragam. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas berdasarkan kompetensi dan pengaturan jadwal, sedangkan pelaksanaan mencakup pengarahan, motivasi, pelatihan, komunikasi melalui pertemuan teknis dan kelompok WhatsApp, serta penyediaan fasilitas pembelajaran. Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan kehadiran, pemantauan pembelajaran, evaluasi materi, dan pemberian umpan balik. Strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, kesiapan mengajar, dan profesionalisme instruktur, tetapi masih memerlukan standar perencanaan dan instrumen evaluasi kinerja yang lebih terstruktur.</p> Adinda Farah Diba, Sani Susanti Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/815 Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0700 ETIKA KOMUNIKASI: TELAAH LITERATUR TENTANG PENGERTIAN, UNSUR, PRINSIP DAN TUJUAN DALAM PERSPEKTIF ILMU KOMUNIKASI https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/833 <p>Transformasi komunikasi digital memperluas akses masyarakat terhadap informasi, tetapi juga meningkatkan risiko disinformasi, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, manipulasi konten, dan rendahnya tanggung jawab dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, unsur, prinsip, dan tujuan etika komunikasi serta menjelaskan relevansinya bagi penguatan literasi digital dan pendidikan masyarakat pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian kepustakaan dengan sumber berupa buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi, serta dokumen organisasi internasional yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan sintesis tematik melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, perbandingan, interpretasi, dan perumusan hubungan antarkonsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika komunikasi merupakan sistem nilai yang melekat pada komunikator, pesan, media, komunikan, konteks, dampak, dan umpan balik. Prinsip utamanya mencakup kejujuran, tanggung jawab, keadilan, keterbukaan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan akuntabilitas, sedangkan tujuannya meliputi pembangunan kepercayaan, perlindungan kepentingan publik, pembentukan dialog yang sehat, serta pencegahan penyalahgunaan informasi. Dalam pendidikan masyarakat, etika komunikasi menjadi landasan untuk menilai kredibilitas informasi, menghormati hak digital, menggunakan media secara bertanggung jawab, dan menghadapi konten berbasis kecerdasan buatan. Kajian ini menegaskan bahwa etika komunikasi perlu diintegrasikan ke dalam pendidikan literasi digital untuk membangun ekosistem komunikasi yang kritis, inklusif, dan bertanggung jawab.</p> Zeira S. Ritonga, Elfi Yanti Ritonga, Erwan Effendy Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/833 Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0700 KEBIJAKAN KOMUNIKASI DALAM MENANGGULANGI DISINFORMASI BERBASIS KECERDASAN BUATAN DI MEDIA SOSIAL: STUDI LITERASI DIGITAL MAHASISWA https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/828 <p>Disinformasi berbasis kecerdasan buatan meningkatkan skala, kecepatan, dan daya persuasi informasi menyesatkan di media sosial melalui produksi otomatis, manipulasi visual dan audiovisual, identitas sintetis, personalisasi pesan, serta pengulangan algoritmik, sedangkan kedekatan mahasiswa dengan teknologi digital belum selalu diikuti kemampuan verifikasi informasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakter disinformasi berbasis kecerdasan buatan, mengidentifikasi kerentanan dan kapasitas literasi digital mahasiswa, serta merumuskan model kebijakan komunikasi publik yang adaptif. Penelitian menggunakan kajian literatur integratif terhadap 34 publikasi ilmiah, laporan kebijakan, regulasi, dan dokumen resmi yang diterbitkan pada 2020–2026, kemudian dianalisis melalui ekstraksi informasi, pengodean tematik, perbandingan antarsumber, dan triangulasi jenis sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang berorientasi pada penghapusan konten dan klarifikasi setelah informasi menjadi viral tidak memadai sehingga kebijakan yang efektif harus bersifat preventif, adaptif, partisipatif, transparan, dan berbasis bukti dengan mengintegrasikan pemetaan risiko, respons cepat, pendidikan literasi media dan kecerdasan buatan, verifikasi informasi, partisipasi mahasiswa sebagai pemeriksa fakta sebaya, transparansi moderasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, media, platform digital, dan masyarakat sipil.</p> Ahmad Syukri Siregar, Hasan Sazali Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/828 Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0700 INTEGRASI ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN MADRASAH: STUDI KASUS DI MIS AR RUM MEDAN MARELAN https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/801 <p>Administrasi pendidikan berperan penting dalam meningkatkan efektivitas tata kelola madrasah, tetapi berbagai penelitian terdahulu masih membahas administrasi kurikulum, peserta didik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, keuangan, dan hubungan masyarakat secara terpisah. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi berbagai komponen administrasi pendidikan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan MIS Ar Rum Medan Marelan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik yang dilaksanakan pada Februari–April 2026. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipatif, wawancara semi-terstruktur terhadap 12 informan yang dipilih secara purposif, dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan model interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, pemeriksaan anggota, diskusi sejawat, dan penelusuran audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan madrasah dibentuk oleh keterhubungan administrasi kurikulum, peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana prasarana, keuangan, serta hubungan madrasah dengan masyarakat. Namun, keterbatasan tenaga administrasi, tingginya beban administratif guru, pengelolaan arsip manual, dan belum optimalnya digitalisasi masih menjadi hambatan. Penelitian ini menegaskan administrasi pendidikan sebagai sistem tata kelola terintegrasi yang mendukung koordinasi, akuntabilitas, dan efektivitas pelayanan madrasah.</p> Muhammad Ali Hanafiah, Leni Masnidar Nasution, Laila Wardati, Khairuddin YM, Amar Tarmizi Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/801 Sun, 26 Jul 2026 00:00:00 +0700 TRANSFORMASI KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI SDIT ZIA SALSABILA https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/72 <p>Abstrak<br>Perkembangan <em>Artificial Intelligence</em> (AI) telah membawa perubahan signifikan terhadap praktik pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Kondisi ini menuntut guru PAI untuk mentransformasikan kompetensinya agar mampu mengintegrasikan teknologi secara efektif tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi era <em>Artificial Intelligence</em> di SDIT Zia Salsabila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru PAI, guru kelas, peserta didik, dan orang tua. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, <em>member checking</em>, dan <em>peer debriefing</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kompetensi guru PAI mencakup penguatan kompetensi pedagogik, profesional, digital, serta etik dan spiritual. AI dimanfaatkan untuk menyusun perangkat pembelajaran, mengembangkan media pembelajaran, menyusun asesmen, dan meningkatkan kreativitas pembelajaran sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan interaktif. Meskipun demikian, implementasi AI masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan literasi digital guru, perlunya verifikasi terhadap validitas informasi keislaman, serta pentingnya penguatan etika digital dalam penggunaan AI. Strategi sekolah dalam mengembangkan kompetensi guru dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, komunitas belajar profesional, kebijakan penggunaan AI yang bertanggung jawab, serta kolaborasi dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI berperan sebagai teknologi pendukung yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI apabila diintegrasikan dengan kompetensi profesional guru, nilai-nilai keislaman, dan pendidikan karakter.</p> <p>Kata Kunci: <em>Artificial Intelligence</em>, kompetensi guru, Pendidikan Agama Islam</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to educational practices, including the teaching of Islamic Religious Education. This situation requires Islamic Religious Education teachers to transform their competencies so that they can integrate technology effectively without neglecting Islamic values. This study aims to analyze the transformation of Islamic Religious Education teachers’ competencies in responding to the era of Artificial Intelligence at SDIT Zia Salsabila. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving the school principal, Islamic Religious Education teachers, classroom teachers, students, and parents. Data were analyzed using the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Data trustworthiness was ensured through source triangulation, methodological triangulation, member checking, and peer debriefing. The findings indicate that the transformation of teachers’ competencies encompasses the strengthening of pedagogical, professional, digital, ethical, and spiritual competencies. AI was utilized to design instructional materials, develop learning media, construct assessments, and enhance instructional creativity, thereby making the learning process more effective and interactive. Nevertheless, the implementation of AI continues to face several challenges, including disparities in teachers’ digital literacy, the need to verify the validity of Islamic information, and the importance of strengthening digital ethics in the use of AI. The school’s strategies for developing teachers’ competencies include continuous professional training, professional learning communities, responsible AI-use policies, and collaboration with parents. This study concludes that AI serves as a supportive technology capable of improving the quality of Islamic Religious Education when it is integrated with teachers’ professional competencies, Islamic values, and character education.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Artificial Intelligence; teacher competence; Islamic Religious Education</p> Masruroh Lubis, Nana Mahrani, Dairina Yusri, Ismi Fauziah, Nikmatur Ridha Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/72 Mon, 27 Jul 2026 00:00:00 +0700 METODE STATISTIK SOSIAL DAN TATA KELOLA DATA DALAM PERSPEKTIF ILMU SOSIAL https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/838 <p>Tata kelola pemerintahan daerah masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi data, lemahnya integrasi antara kajian akademik dan praktik kebijakan, serta belum optimalnya pemanfaatan statistik sosial dalam pengambilan keputusan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman dan penerapan tata kelola pemerintahan berbasis data melalui Seminar Internasional LOGIC 2025 bertema <em>Social Statistics Methods and Data Governance in Social Sciences Perspective</em>. Kegiatan dilaksanakan pada 15–16 Juli 2025 di Universitas Jambi melalui pemaparan kebijakan, diskusi interaktif, pertukaran pengetahuan, dokumentasi kegiatan, dan pembentukan kemitraan kelembagaan. Peserta kegiatan melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, praktisi kebijakan, dan mitra internasional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan kebijakan berbasis bukti telah diterapkan dalam penyusunan lebih dari 300 Peraturan Wali Kota Jambi, pengembangan transformasi digital pemerintahan, pemanfaatan data demografi, serta pelaksanaan program pembangunan inklusif. Kegiatan ini juga menghasilkan kerja sama formal antara Pemerintah Kota Jambi dan Universitas Jambi yang ditindaklanjuti dengan pembentukan Laboratorium Kebijakan Pemerintahan. Kolaborasi tersebut memperkuat legitimasi ilmiah kebijakan daerah, memperluas jejaring akademik internasional, dan menyediakan ruang berkelanjutan bagi penelitian serta evaluasi kebijakan. Seminar ini menegaskan bahwa integrasi statistik sosial, tata kelola data, dan kolaborasi pemerintah dengan perguruan tinggi menjadi fondasi penting bagi pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan berkelanjutan.</p> Maulana, Evi Sulistia Wati, Mastikawati Mastikawati, Rama Juni Pratama Putra, Hajrul Aswat; Sumarni Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/838 Wed, 29 Jul 2026 00:00:00 +0700 PENINGKATAN MUTU LAYANAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) KOTA JAMBI https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/840 <p>Pendidikan Anak Usia Dini merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak dan pembangunan sumber daya manusia, tetapi peningkatan mutunya masih menghadapi rendahnya partisipasi pendidikan prasekolah, perkembangan teknologi digital, keterbatasan profesionalisme pendidik, dan kebutuhan penerapan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelola serta guru Pendidikan Anak Usia Dini mengenai investasi pendidikan sejak dini, pemanfaatan teknologi secara aman dan seimbang, profesionalisme pendidik, serta kebijakan pemerintah dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan. Kegiatan dilaksanakan melalui lokakarya selama dua hari pada 13–14 Oktober 2025 di Aula Griya Mayang, Kota Jambi, dengan melibatkan 250 pengelola dan guru. Metode kegiatan mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, dan sosialisasi program pemerintah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta mengenai pendidikan anak usia dini sebagai investasi strategis jangka panjang, penggunaan media digital sesuai tahap perkembangan anak, dan pentingnya integrasi pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, serta perlindungan. Peserta juga memperoleh informasi mengenai penyediaan lembaga negeri di setiap kecamatan, beasiswa peningkatan kualifikasi guru, bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu, dan perlindungan ketenagakerjaan. Kegiatan menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan penyelenggara pendidikan dalam meningkatkan mutu layanan menuju Indonesia Emas 2045.</p> Nadiyah, Sumanto, Euis Mawaddah Sariniwati, Megawati, Robinas; Engki Saputra Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://www.journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/840 Wed, 29 Jul 2026 00:00:00 +0700